Back to Islam

Devotion to Parents

1 April 2017 ican_course 1 Comment

Alloh yang Maha Bijaksana telah mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Bahkan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua dalam Al Qur’an digandengkan dengan perintah untuk bertauhid sebagaimana firman-Nya,

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (Al Isro’: 23)

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua (An Nisa’: 36)

Arti Penting Berbakti Pada Orang Tua

Nabi mengutamakan bakti mereka atas jihad fi sabilillah, Ibnu Mas’ud berkata:

“Aku pernah bertanya kepada Rosululloh, ‘Amalan apakah yang paling dicintai Alloh?’ Beliau menjawab, ‘mendirikan sholat pada waktunya,’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian apa?’ Jawab Beliau, ‘berbakti kepada orang tua,’ lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Alloh.’” (HR. Al Bukhori no. 5970). Demikian agungnya kedudukan berbakti pada orang tua, bahkan di atas jihad fi sabililllah, padahal jihad memiliki keutamaan yang sangat besar pula.

Memberi nafkah kepada orang tua

Bakti terbesar, balas budi paling utama, kebaikan terbaik terhadap kedua orang tua adalah memberi nafkah kepada mereka saat mereka membutuhkan, secara mutlak tanpa ikatan izin dan ganti.

Adapun ijma’, Ibnu qudamah mengatakan sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu al-Mundzir bahwa para ulama SEPAKAT bilamana kedua orang tua dalam keadaan fakir, tidak mempunyai pekerjaan, tidak mempunyai harta, maka memberi mereka nafkah adalah KEWAJIBAN anaknya. (Al Mughni juz XI hal 373)

Mentaati Orang Tua

Bilamana orang tua memberi perintah kepada anaknya untuk kepentingan tertentu, maka ia harus mentaati tanpa ragu, tanpa menunda, tanpa menggerutu.
Adapun jika terdapat udzur syar’i atau kendala yg tidak memungkinkan dalam menjalankan perintah itu, maka sang anak harus memberi penjelasan dan meminta maaf. (Lihat Al Isra’ :23)

Menggerutu dengan kata “uff” saja dilarang, apalagi menentang dan membangkang terhadap mereka.

Mendoakan Orang Tua

Di antara balas budi yang dapat dilakukan adalah memperbanyak doa untuk mereka selama mereka masih hidup maupun sepeninggal mereka.

Demikian pula doa Nabi Nuh untuk kedua orang tuanya ketika mengucapkan:
“Rabbi, Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan (Nuh:28).

Nabi Nuh ‘alaihis salam mendoakan kedua orang tuanya setelah memanjatkan doa untuk dirinya sendiri, tanpa mendahulukan siapapun selain mereka (orang tuanya).

Berbakti kepadanya Setelah Wafat

Berbakti kepada orang tua tidak putus setelah meninggalnya mereka. Bahkan, mereka lebih membutuhkan bakti setelah kematian mereka daripada saat mereka masih hidup.

Berbakti kepada mereka adalah dengan mendoakan mereka, melaksanakan wasiat baik mereka, menyambung persaudaraan dengan kerabat mereka, memuliakan teman-teman mereka, anak-anaknya berziarah ke kubur mereka untuk mendoakan dan mengambil pelajaran.

Diantara bakti lain adalah mengqadla’ kewajiban puasa, maupun hak-hak sesama manusia yang belum ditunaikan (membayarkan hutang yang belum terbayar misalnya).
Hutang adalah perkara yang besar, karenanya jangan sampai ketika meninggal dunia hutang belum terbayar. Bahkan, seorang mujahid pun tertunda masuk surga hanya karena hutang.

Ancaman Durhaka Kepadanya

Rosululloh menghubungkan kedurhakaan kepada kedua orang tua dengan berbuat syirik kepada Alloh.
Dalam hadits Abi Bakrah, beliau bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling besar ?” para sahabat menjawab, “Tentu.” Nabi bersabda, “(Yaitu) berbuat syirik, durhaka kepada kedua orang tua.” (HR. Al Bukhori)

Membuat menangis orang tua juga terhitung sebagai perbuatan durhaka, tangisan mereka berarti terkoyaknya hati, oleh polah tingkah sang anak. Ibnu ‘Umar menegaskan: “Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang besar.” (HR. Bukhari, Adabul Mufrod hlm 31. Lihat Silsilah Al Ahaadits Ash Shohihah karya Al Imam Al Albani, 2.898)
Sekarang kita ketahui bersama apa arti penting dan keutamaan berbakti pada orang tua. Kita ingat kembali, betapa sering kita membuat marah dan menangisnya orang tua? Betapa sering kita tidak melaksanakan perintahnya? Memang tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Alloh, akan tetapi bagaimana sikap kita dalam menolak itupun harus dengan cara yang baik tidak serampangan. Bersegeralah kita meminta maaf pada keduanya, karena ridho Alloh tergantung pada ridho kedua orangtua.

Disampaikan dalam program Back to Islam oleh:

Agus Suprapto, S. ST

(Owner iCan Course)
Referensi:
Aturan islam tentang bergaul dengan sesama oleh Dr. Abdul Aziz bin Fauzan bin Shalih al Fauzan

Tangannya menjadi lumpuh oleh Fathurrohman M. Jamilmil

muslim.or.id

1 Comment

  • Sukey says:

    On one hand I’m a firm believer in the right to free speech in this country – I don’t think any words should be banned from anything. On the other, I’m raising a two year old daughter that I refuse to expose to the mess that is today’s music and pop culture. It is my relsinpibisoty to fill my child’s head and heart with the positive, with that that will make her grow and flourish.Train up a child in the way he should go and when he is old, he will not depart from it. Simple, strong, true.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *