Uncategorized

IKHLAS, SYARAT DITERIMANYA AMAL

22 August 2017 ican_course No Comments
 
Ada dua syarat sebuah amalan dinilai pahala oleh Allah yang tanpanya, semuanya tak berarti. Salah satunya adalah ikhlas. Amalan tersembunyi yang tiada seorangpun tahu, selain Allah dan hatinya sendiri.
 
“Ikhlas adalah menjadikan niat hanya untuk Allah dalam melakukan amalan ketaatan. Jadi, amalan ketaatan tersebut dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah. Sehingga yang dilakukan bukanlah ingin mendapatkan perlakuan baik dan pujian dari makhluk atau yang dilakukan bukanlah di luar mendekatkan diri pada Allah.” kata Abul Qosim Al Qusyairi.
 
Beliau juga menambahkan, “Ikhlas adalah membersihkan amalan dari komentar manusia.”
 
Ikhlas berarti kita mengabaikan semua komentar manusia, tidak juga mengharap pujian dari makhluk. Cukuplah Allah sebagai tujuan semua amalan, mengharap pujian dariNya semata. Begitulah yang seharusnya, ridho Allahlah cita-citanya, bukan komentar dan pujian manusia.
 
Hudzaifah Al Mar’asiy juga menjelaskan tentang ikhlas, “Ikhlas adalah kesamaan perbuatan seorang hamba antara zhohir (lahiriyah) dan batin.” Berbeda dengan riya’. Riya’ adalah amalan zhohir yang ditampakkan dan lebih baik dari amalan batin yang tidak ditampakkan. Sedangkan ikhlas, segala sesuatunya sama antara lahiriyah dan batin, ada keselarana antara hati dan perbuatan.
 
Dzun Nuun menyebutkan tiga tanda ikhlas:
 
1. Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain.
2. Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat.
3. Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia).
 
Al Fudhail bin ‘Iyadh mengingatkan, “Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya’. Beramal karena manusia termasuk kesyirikan. Sedangkan ikhlas adalah engkau terselamatkan dari dua hal tadi.”
 
Dari berbagai mutiara yang disampaikan para ulama diatas, dapat disimpulkan bahwa ikhlas adalah:
 
1. Allahlah satu-satunya tujuan dari apa yang kita lakukan.
2. Tidak sekalipun berharap pujian dari manusia.
3. Apa yang tampak dan yang tersembunyi semuanya sama.
 
Ikhlas memang tak mudah, tapi harus selalu kita usahakan dalam tiap amal kita. Karena dengan ikhlas inilah semua amal dan perbuatan tidak sia-sia, namun bernilai pahala.
Waallahu a’lam.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *